April 24, 2020

Mengetuk Pintu Hikmah

By mutia

(Kajian Tazkiyatun Nafs Maskam UGM 21 November 2019 oleh Ustadz Syatori Abdurrauf)

Tentang tafakkur dalam rangka memperoleh hikmah dari Allah. Bagaimana cara memperoleh hikmah? Yang perlu kita lakukan yaitu mengetuk pintu dan membukakan hati agar diberikan hikmah oleh Allah.

Bagaimana Mengetuk Pintu Hikmah?

Allah menjelaskan dalam surat Al Baqarah 269 :
Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).

Allah akan memberikan hikmah pada siapa yang dia kehendaki. Kepada siapa? Pada orang yang mau mendatangi hikmah itu sendiri.

Jadi, kalau kita ingin diberi hidayah oleh Allah, kita harus membuka dan mengetuk pintu hati agar Allah memberikan rahmat dan hidayahnya pada kita. Kita yang harus menjemput hidayah tersebut.

Bagaimana mengetuk pintu hikmah? Dengan tafakkur.
Tafakkur adalah merenung atau ngobrol antara akal, hati dan jiwa.

Bagaimana Cara Tafakkur?

1. Melihat ciptaan Allah (Melalui pintu ta’dhim)

Intinya, selalu sinkronkan akal-> hati -> jiwa.
Jika ketiganya sinkron, maka yang ada hanyalah lafaz Allahuakbar dan sifat rendah hati. Sadar bahwa kita nggak ada apa-apanya. Sadar bahwa kita hanya kerikil kecil. Sadar bahwa kita hanya “numpang” di dunia miliki Allah.

Pintu ta’dhim adalah pintu hikmah yang membuat kita hanya bisa memandang segala urusan besar yang ada kaitannya dengan Allah. Apa yang dimaksud urusan besar? Semua yang ada kaitannya dengan Allah.
Urusan kecil? semua yang nggak ada kaitannya dengan Allah. Urusan kecil nggak akan pernah bisa mempengaruhi akal hati dan perasaan.

Semua kebaikan akan menimbulkan kebaikan. Bagaimana jika kita sudah berbuat baik kepada seseorang, lalu orang tersebut membalas dengan keburukan? Yasudah itu urusan dia.
Yang penting kita ikhlas, perbaiki urusan kita sama Allah. Dia? Bukan urusanmu.

2. Merenungkan nikmat kebaikan Allah

Coba sekarang renungkan. Hidup ini adalah kebaikan yang diciptakan Allah. Pastikan kita tafakurin semua nikmat Allah… renungkan ciptaan Allah.

  • kita bernafas menghirup O2, menghembuskan co2… kok bisa? Semua karena Allah :”)
  • kenapa kita nggak mau dengerin Allah? Bodoh!
  • kita memiliki jari, kita memiliki lutut. Kenapa kita ndak mau solat tepat waktu? kenapa kita tidak menunaikan hak Allah? Bodoh!

Nikmat tuhanmu yang mana lagi yang kalian dustakan?
Coba cek Ar-Rahman ayat 13:
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Cara tafakkur dengan rejeki yang kita miliki:
eh kita dikasih rejeki sama Allah. Apakah ada pesan dari Allah ya? Oh… kita harus menggunakan rejeki dijalan Allah…

3. Pintu Syukur

Apa itu syukur?

  • Mengakui semua nikmat berasal dari Allah
    Orang yang bersyukur itu: dia nggak akan ngaku-ngaku kalau semua nikmat yang banyak ini berasal dari solat dhuha, solat tahajud -> dia akan bilang semua rejeki ini dari Allah yang dititipkan Allah pada kita
  • Melepaskan nikmat Allah dengan semua kebaikan kita
    Apa itu bahagia? Bahagia adalah keyakinan dimana ada rahmat Allah SWT disitu. Karena Allah ridho.
  • Menerima apapun nikmat dengan hati bahagia
    semua nikmat itu dari Allah. Menerima apapun nikmat dari Allah. Kita tidak boleh mengeluh karena semua itu dari Allah.

Bagaimana Jika Kita Kesusahan?

Kesusahan adalah nikmat juga :”)
Cara bersyukurnya bagaimana? -> iqra! membaca! Bacalah apa yang ada disekelilingmu. Coba cari hikmah dibalik semuanya.
Nikmat yang menyusahkan:

    1. takdir murni (ex: kena angin puting beliung, keselo)
      -> nggak ada yang bisa disalahkan.
      -> cara bersyukurnya: segera tobat dan segera kembali kepada Allah.
      Ada dosa yang belum ditobati. Allah menunggu kita tobat 🙁 Makanya Allah kasih kita musibah untuk membuat kita tobat.
      Semua dosa harus diselesaikan di dunia, jangan sampai di akherat. Nggak kuat kamu!!!
    1. takdir diluar faktor (ex: dihina, difitnah)
      —> bacalah kedepan! Yakin bahwa saya sedang direncanakan oleh Allah menjadi pribadi yang besar. 
      Siapa yang merana karena penderitaan, memprotes perlakuan yang tidak adil yang dikenakan kepadanya, tetapi dia tetap tersenyum dan meneladankan kebaikan untuk semua dan tetap melihat diri sebagai yang sedang disayang oleh Allah —> maka dia akan ditinggikan.

Jangan lupa selalu menggunakan nikmat hanya untuk beramal baik ya. Coba muhasabah :”)

Sesi pertanyaan

  • Bagaimana jika ketika kita beribadah niatnya takut pada neraka/ pengen masuk surga?
    ibadah-> pengabdian, penghambaan. Adakah pamrih? nggak ada.
    ibadah -> tidak ada motivasi apapun. Menunjukkan rasa syukur + takdim pada Allah.
    soal balasan? Allah tahu apa yang terbaik untuk saya. Saya akan berikan yang terbaik untuk Allah. Yakin. Balasan itu urusan Allah.
    Apa hak Allah atas hambanya? hak Allah atas hambanya-> hambanya beribadah pada Allah + tidak menyekutukan Allah
  • Cara menerima kehilangan? bagaimana tetap yakin bahwa itu yang terbaik untuk kita?
    Al Baqarah 216 -> Allah itu lebih tahu, kalian tidak tahu. Allah lebih tahu yang terbaik dan yakin! Yakin itu gada caranya. Ya yakin aja! jangan ragu dengan takdir Allah.
  • Bagaimana cara membedakan suara akal, hati, jiwa atau bisikan setan?
    terus belajar… praktek terus…
    kalau udah tau salah —> jangan diteruskan
    akal —> ada senengnya
    diawal pasti salah. nanti pasti akan tahu,
    misalnya: apakah bisa kita mebedakan suara burung gereja, burung perkutut? nggak bisa kan. lalu kalo terbiasa, pasti bisa langsung tau.

Sama kayak suara akal, hati, jiwa, setan? cermati betul… ini suara siapa. kalau terbiasa, pasti sudah tau langsung tau.
yang mana akal…
yang mana hati…
yang mana setan…
sering-seringlah kita bertafakkur….

:”)