April 24, 2020

Mengetuk Pintu Hikmah (part 2)

By mutia

(Kajian Tazkiyatun Nafs Maskam UGM 28 November 2019 oleh Ustadz Syatori Abdurrauf)

Apa itu pintu hikmah? Pintu yang menghubungkan kita dengan semua kebaikan. Pintu hikmah akan menjadi pintu yang mempertemukan kita dengan hidup yang hakiki

Hidup ada 2:

  • hakiki(sebenarnya) -> orientasinya ukhrowi
    -> menjalani hidup yang ada, secara ada adanya dan tanpa mengada2
    -> akherat itu lebih baik daripada dunia
  • nisbi(sementara) -> orientasinya duniawi
    -> kehidupan duniawi adalah kesenangan yang menipu

Al Baqarah 269 -> Allah akan memberikan hikmah kepada siapa yang dia kehendaki. Pada siapa? pada orang yang mau mendatangi hikmah itu sendiri.

Bagaimana Caranya?

Ketuk pintu hikmah dengan tafakkur.
Tafakkur -> proses mengetuk pintu hikmah

Anda sudah menjadi orang yang sabar belum?
Sudah berapa tahun menjadi orang sabar?
Coba dijawab. Berarti anda sudah sabar dong karena bertahun-tahun. Jadi luar biasa sekali kan kesabaran anda 😀

Kita tidak mampu menahan diri dari melakukan perilaku yang Allah nggak suka. Kenapa? Kita harus kenal pintu hikmah!

Tafakkur = merenung/ ngobrol antara akal, hati dan jiwa

mukmin yang kuat lebih disukai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Mukmin yang kuat itu yang memiliki jasmani dan rohani yang kuat (kuat akal, jiwa, hati)
-> buktinya, akal+jiwa+hati nya kuat

Tafakkur Dibalik Maksiat

haya’ (malu)

malu karena dosa kita banyak 🙁

khauf (takut)

dosa dan maksiat (mengerjakan sesuatu yang Allah tidak suka) yang tak kunjung disudahi. Padahal Allah sudah kasih kita banyak rahmat dan rejeki.
Tafakkur dibalik maksiat:

  1. Dimanakah kita bermaksiat?
    -> di bumi milik Allah lhoo!
    -> nggak malu apa? Ini bumi nya Allah.
    -> kamu nantangin Allah apa?
    -> contoh: kamu ke kantor polisi mau buat mabok… minta dihajar apa?
  2. Dengan apakah kita bermaksiat?
    -> bukankah dengan nikmat pemberian Allah? Hmmmm maluuuuuuuuu laahhhh
    -> kamu mabok pake mulut ciptaaan sapa? Allah
    -> kamu gibah pake apa? pake mulut ciptaan Allah -.-
    malu!
  3. Apakah Allah melihat maksiat kita?
    -> pasti melihat!
    -> akal dan hati sebenarnya bilang, pasti Allah melihat kita!
    -> jiwa akan merasa malu dan takutTapi kenapa terus bermaksiat? Kamu menyepelekan Allah!!!
    Sudah…. sudahi maksiat kamu!!! Allah terus kasih kamu rejeki lho… Allah baik lho!! Kok kamu menyepelekan Allah? 🙁

Kenapa kamu bermaksiat terus tanpa menyudahinya?
Kamu nggak takut?
Kok terus-terusan?
Ya itu artinya, akal hati dan jiwa sudah tidak berfungsi. Ayo kembali pada Allah segera.

Pertanyaan 1

Kita sendiri bermaksiat, kita menikmati bermaksiat itu sendiri -> akal hati dan jiwa sudah tidak berfungsi. Tapi Allah terus memberi nikmat pada kita walaupun kita bermaksiat. Itu kenapa? Apa arti nikmat?
—> Allah memberikan nikmat pada kita sebagai wujud dari rahmatNya. Rahmat Allah = Arrahman dan Arrahim.
Arrahman (rahmat Allah yang sifatnya fisik seperti makanan, minuman, kendaraan).
Arrahim (rahmat Allah yang menyertai rahmatNya)
seperti contoh: Allah memberikan kepada kita uang, ada pesan ngga dibalik Allah memberikan uang pada kita? Misal jangan sombong, ini rizki dari Allah. Gunakanlah dijalan Allah ).

-> tafakkur itu sebenarnya ngobrol ohh ini rejeki dari Allah, kita harus gunakan dijalan Allah jangan gunakan foya-foya —> lalu akan muncul tekad.

—> istidraj -> akal, hati dan jiwa harusnya mikir. aku sering maksiat tapi kok rejekinya nggak putus? Allah kasih terus. Harusnya mikir. Kenapa ya? Basa jawanya dilulu.

Pertanyaan 2

Apa bedanya hati, akal dan jiwa?
benar, baik, mulia -> manusia yang sempurna adalah manusia yang mampu mempertemukan ketiganya dalam semuanya kehidupannya, semua perbuatannya.

Benar = Akal
-> Allah kasih kita akal -> maka kita memeluk islam
-> benarnya akal ada di akidah

Baik = Hati
-> Allah kasih kita hati -> maka Allah kasih kita iman
-> yang penting seneng kalo melakukan kebaikan untuk Allah
-> ada di ketaatan
-> agar kita bisa merasakan enaknya berlaku taat dan tidak taat.
Jika punya hati, jika taat -> senang hatinya. Jika tidak taat -> susah hatinya

Mulia = Jiwa
-> Allah kasih kita jiwa -> maka Allah kasih kita ihsan —> yang penting semua ini untuk Allah!
-> jiwa langsung nyambung ke Allah
-> hati+jiwa harus ketemu.

Saya senang melakukan ketaatan. Taat ini oleh Allah. Jika jiwamu melenceng, maka kamu senang karena pujian.

diamalkannya pake hati, diselesaikannya pake jiwa.
-> taat harus sepenuh hati dan sepenuh jiwa. Innasolatiwanusukiwamahyaya wamamati lillahirabilalamin.
Sholat itu pake hati, lillahi rabil alamin pake jiwa.

Lalu bagaimana dengan roh? bedanya roh sama jiwa?
roh: sumber kehidupan manusia. Roh diambil dari Allah. Allah meniupkan rohNya kedalam tubuh manusia. Roh dan jiwa sifatnya abstrak. Jadi, ruh itu urusan Allah SWT. Tiadalah engkau wahai manusia diberikan ilmu tentang ruh itu sedikit (hadist nabi).

orang yang benar=> orang yang dalam kebenarannya bertemu dengan kebaikan dan kemuliaan

Pertanyaan 3

Bagaimana caranya agar sabar menghadapi sesuatu yang kita tidak sukai, tapi kita harus melakukannya?
-> Lakukan saja!!! Sabar dengan melakukan. Lakukan apa yang diinginkan orang tua. Itu bukti bahwa kita sabar.

Inti sabar => menahan diri dari perilaku yang kita pengen tapi ternyata tidak sesuai dengan takdir, dan tetap melakukan yang Allah sukai.
-> misal: pengen beli krudung tapi duitnya masuk ke kotak infaq